Pemerintah menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa yang berada di bawah pengawasan OJK ini ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menentukan harga komoditas strategis dan membangun Indonesia Reference Price. Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi dalam RAPBN 2027. Bagi dunia usaha, perubahan ini menunjukkan semakin pentingnya transparansi transaksi, pengelolaan data, dan pencatatan keuangan dalam menghadapi perubahan ekosistem perdagangan komoditas.
Swasembada pangan dapat memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari petani hingga pelaku UMKM. Peningkatan produksi dalam negeri berpotensi memperkuat pasokan, menjaga stabilitas bahan baku, dan membuat bisnis lebih mudah mengelola HPP serta arus kas. Namun, swasembada tidak otomatis membuat harga pangan murah. Keuntungan terbesar justru dapat dirasakan oleh pelaku usaha yang mampu mengelola perubahan biaya dan peluang tersebut secara finansial.
Dompet boleh saja kosong, tetapi bukan berarti uang di rekening masih banyak. Kini, semakin banyak generasi muda yang beralih ke pembayaran digital seperti QRIS, e-wallet, mobile banking, hingga kartu debit. Cukup memindai kode QR atau menempelkan kartu, transaksi selesai dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah hidup tanpa uang tunai benar-benar membuat pengeluaran lebih hemat, atau justru lebih boros tanpa disadari?